(Tafsir QS al-Baqarah� [2]: 30)
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي اْلأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” (QS al-Baqarah [2]: 30).
Jumat, 17 September 2010
Janji Allah SWT & Rasul SAW: Kembalinya Khilafah
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
Rabu, 07 Juli 2010
THE END OF WESTERN CIVILIZATION
(Berakhirnya Peradaban Barat dan Keniscayaan Bangkitnya Peradaban Islam)
Peradaban Barat (Western Civilization) saat ini telah menjadi kiblat bagi umat manusia. Karena pada faktanya peradaban inilah yang sedang mendominasi dunia saat ini. Modernitas Barat pun dipandang sebagai tolok ukur maju tidaknya sebuah negara. Ini merupakan hasil invasi pengaruh Barat dalam seluruh aspek (politik, budaya, ekonomi, dsb) atas negara-negara lain terutama negara-negara dunia ketiga. Tatkala makin meluasnya pangaruh negara Barat maka semakin kuat pula cengkeraman imperialisme mereka.
Dalam persoalan politik, Barat mempropagandakan konsep Demokrasi-Liberal sebagai konsep sistem pemerintahan. Propaganda ini pun semakin kuat hingga mampu menyeret kaum Muslim untuk masuk dalam pusaran gelombang isu demokrasi. Maka agar tidak dikatakan ketinggalan jaman, kaum Muslim beramai-ramai meneriakkan demokrasi dan menganggapnya sebagai konsep ideal untuk mengatur negara. Fenomena ini membuktikan kebenaran perkataan Ibnu Khaldun bahwa ada kecenderungan manusia untuk mengikuti tradisi pihak yang menang (al-maghluub muu’laun Abadan bil-iqtida’ bil-ghaalib). Karena saat ini peradaban Barat adalah peradaban yang menang, yang telah mampu melebarkan pangaruhnya serta menjadi kiblat dalam pemikirannya.
Manajemen Pemikiran
Beragama, Berpikir atau tidak berpikir
Manusia itu terbatas, sedangkan Tuhan tidak terbatas. Karena itu, untuk berbicara tentang Tuhan kita tidak bisa menggunakan akal. Dimana, akal bersifat terbatas. Akidah (iman) itu tidak bisa dipikir-pikir, ia adalah persoalan keyakinan. Demikian bunyi sebuah pendapat. Intinya, membahas agama tidak boleh atau tidak bisa dengan menggunakan akal.
Orang non-islam sepertinya adalah orang yang paling bersemangat kepada pendapat seperti itu. Suatu ketika, saat dijelaskan kepada orang nasrani akan kemustahilan ajaran Trinitas berasal dari Tuhan, bahwa mustahil Tuhan itu tiga, ia menjawab dengan menggunakan pendapat di atas.
Kalau memang seperti itu, bagaimana kalau ditanyakan kepada mereka apakah mereka yakin bahwa Tuhan itu ada? Dengan pengakuan sebagai Nasrani, tentu mereka akan menjawab ‘yakin’. “Lalu, darimana anda tahu dan yakin bahwa Tuhan itu ada?” jelas, tidak mungkin jawaban disampaikan kecuali dengan ‘melanggar’ aturan yang mereka buat-buat sendiri, yaitu tidak menggunakan akal. Tentu, ini main ‘curang’ namanya.
Generasi Pencetak Peradaban Islam
Generasi muda saat ini memang sangat memprihatinkan, kebanyakan dari mereka bermental rapuh, dapat dilihat dari para remaja yang mudah putus asa, bermalas-malasan, bersifat hedonis dan sejenisnya. Lebih parah lagi mereka pecandu narkoba dan miras. Hal ini disebabkan karena mereka telah menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya yang mengakibatkan pada pergaulan dan sex bebas.
Allah telah berfirman: Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (QS. Furqon; 43-44)
Pertolongan AllahPertolongan Allah
Sebagaimana kita ketahui, jika Allah Swt dan Rasulnya telah memerintahkan sesuatu pada kaum muslim, maka tidak ada pilihan lain kecuali menjalankannya. Perintah Allah Swt. Yang terpenting adalah menjalankan semua hukum-hukum yang telah diturunkan kepada kita dalam semua aspek kehidupan ini, seperti urusan pemerintahan, ekonomi, politik, pengadilan dan lain-lainnya. Diantara perkara-perkara yang di turunkan Allah Swt kepada kita untuk di jalankan adalah penerapan sistem hukum islam yang berkaitan dengan aspek pemerintahan, politik, ekonomi, pengadilan dan sebagainya.
Sejak Negara khilafah islamiyah berhasil di robohkan melalui tangan mustafa kamal attaturk, upaya untuk membangun kembali bangunan khilafah islamiyah banyak dilakukan oleh gerakan-gerakan islam. Diantara mereka ada yang telah berjuang puluhan tahun, namun demikian, upaya perjuangan tersebut, berupa tegaknya Negara Khilafah Islamiyah, belum menuai hasil, pertanyaannya ; Apa penyebabnya?
Tiupan Angin Untuk Aktivis Dakwah
Sebuah cerita, “di suatu kampung, masyarakatnya hidup seperti biasa, ada yang kesawah, ada yang jadi pedagang, guru dan lain-lain. Akan tetapi kampung itu ketika malam tiba pemandangan sangat gelap gulita, rupanya belum ada penerangan listrik, yang ada hanya lampu-lampu yang berbahan bakar minyak tanah, dan dikampung itu hanya ada satu penjual lampu minyak, mulai dari yang bersumbu kecil sampai yang besar, dari yang remang-remang sampai yang terang. Penjual lampu itu adalah Pak Bari. Pak bari mendapatkan keuntungan dari jualan lampunya, tidak ada yang tidak kenal pak bari.
Akan tetapi akhir-akhir ini Pak Bari merasakan kegerahan dan depresi. Bagaimana tidak, Jualan Lampunya terancam bangkrut lantaran sebagian warga mengusulkan adanya program listrik masuk desa(LMD). Sehingga Pak Bari mulai beraksi, semua warga berusaha diberitahu bahwa menggunakan listrik itu berbahaya, kalau kena setrum bisa mati, kalo tidak mati bisa cacat gosong, bisa menyebabkan kebakaran, anak-anak tidak bisa main layang-layang lagi karena di pingir-pinggir dan atas jalan akan terbentang kabel-kabel listrik. Sebagian warga setuju dengan pendapat Pak Bari dan sebagian tidak sependapat dan setuju LMD.”
Begitulah gambaran tentang jualan yang dijalankan sekarang ini oleh amerika, amerika menjual demokrasi, HAM dan asesoris-asesorisnya. Sedangkan kita menjadi pesaingnya, yang siap menegakkan Syari’ah dan Khilafah yang siap menggulung tikar jualan jahiliyahnya. Oleh karenanya Amerika menggunakan segala macam cara agar jualannya tetap laku.
JANGAN MUDAH PUTUS ASA
Ada dua jenis keputusasaan. Pertama, muncul ketika berhadapan dengan kesulitan atau rintangan. Yang demikian itu tidak terdapat pada diri orang beriman. Ia harus selalu ingat bahwa Allah menjanjikan pertolongan kepada orang-orang beriman. Al-Qur`an menyatakan bahwa cukuplah hanya Allah bagi orang-orang beriman dan Dia menguatkan orang-orang beriman dengan bantuan-Nya.
Kedua, merupakan jenis keputusasaan yang lebih berbahaya, yaitu berputusasaan dari pengampunan Allah setelah berbuat salah atau dosa. Keputusasaan ini lebih berbahaya karena akan mengarah pada pikiran bahwa Allah tidak akan memaafkan dosa seseorang dan ia akan masuk neraka. Pikiran ini bertentangan dengan apa yang kita pelajari dalam Al-Qur`an. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa orang-orang yang menyesali perbuatannya. Tidak pernah ada kata “terlambat” dalam mencari pengampunan-Nya. Allah menegur hamba-hambanya,
“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (az-Zumar: 53)
Putus asa adalah godaan setan. Setan mencoba memengaruhi orang-orang beriman dengan membuat mereka bingung dan kemudian menjerumuskan mereka untuk berbuat kesalahan yang lebih serius. Tujuannya adalah agar orang-orang beriman tidak merasa yakin dengan keimanan dan keikhlasan mereka, membuat mereka merasa “tertipu”. Jika seseorang jatuh ke dalam perangkap ini, ia akan kehilangan keyakinan dan akibatnya akan mengulangi kesalahan yang sama atau bahkan lebih besar dari kesalahan sebelumnya.
Kedua, merupakan jenis keputusasaan yang lebih berbahaya, yaitu berputusasaan dari pengampunan Allah setelah berbuat salah atau dosa. Keputusasaan ini lebih berbahaya karena akan mengarah pada pikiran bahwa Allah tidak akan memaafkan dosa seseorang dan ia akan masuk neraka. Pikiran ini bertentangan dengan apa yang kita pelajari dalam Al-Qur`an. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa orang-orang yang menyesali perbuatannya. Tidak pernah ada kata “terlambat” dalam mencari pengampunan-Nya. Allah menegur hamba-hambanya,
“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (az-Zumar: 53)
Putus asa adalah godaan setan. Setan mencoba memengaruhi orang-orang beriman dengan membuat mereka bingung dan kemudian menjerumuskan mereka untuk berbuat kesalahan yang lebih serius. Tujuannya adalah agar orang-orang beriman tidak merasa yakin dengan keimanan dan keikhlasan mereka, membuat mereka merasa “tertipu”. Jika seseorang jatuh ke dalam perangkap ini, ia akan kehilangan keyakinan dan akibatnya akan mengulangi kesalahan yang sama atau bahkan lebih besar dari kesalahan sebelumnya.
Rabu, 07 April 2010
Apa Kata Dunia: Most Stupid Slogan Ever!
“Ada urusan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (Muhammad saw.)
Sudah lama saya ingin membuat tulisan ini, semenjak awal saya melihat iklan dengan slogan “apa kata dunia” yang menghiasi media, saya terus terang merasa terganggu dan sedikit eneg setiap kali mendengar iklan ini. Sepertinya inilah wakilnya wajah negara yang memakai baju kapitalisme-sekuler, maunya menang sendiri, kalo menyangkut urusan pemerintahan maka semuanya harus cepat, bagus, diurus, dan penuh toleransi, alasanya sih “Demi rakyat”, pergi keluar negeri argumennya “demi rakyat”, beli mobil baru katanya “demi rakyat”. Tapi kalo rakyat minta diurus agak cepetan dia bilang “sabar dulu, semua ada masanya, ada prosedurnya”, atau kalo rakyat ngeluh maka dia bilang “rakyat mandiri dong, jangan manja!”. Capek deh!Dan wajah buruk itu akhirnya kebuka sendiri, seorang pegawai biasa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak diduga memiliki rekening mencurigakan hingga Rp 25 miliar, tinggal di rumah mentereng, punya apartemen di singapura, gonta-ganti mobil mewah, dan bahkan ”kabur” ke luar negeri. Kalo bang Ben masi idup die bakal ngomong: “Bujubune!, aye kerje sampe ko’it juga kagak dapet nyang gituan! gile bener dah!”. Dan ini baru puncak gunung es, bawahnya jelas mengakar gede, sehingga sangat sulit untuk membongkar sampai kebawah. Cerminan jelas “CAPITALISM EFFECT” yang ngalah-ngalahin “A** EFFECT” heheheh..
Dalam kapitalisme-sekuler ada cacat bawaan yang akan selalu ada pada sistem dan badan apapun didalam pemerintahan, termasuk pajak. Survei ICW (2001), Partnership (2001), PERC (2005) dan TI (2005) menyatakan bahwa masyarakat dan kalangan bisnis secara konsisten mempersepsikan Ditjen Pajak sebagai salah satu lembaga terkorup. Pada tahun 2005, Kwik Kian Gie yang waktu itu kepala Bappenas menyatakan bahwa sektor pajak bocor Rp. 180 trilliun pertahun dan diperkuat dengan Faisal Basri yang mengatakan bocornya 40 trilliun. Bahkan jauh sebelum itu, pada masa orba, Prof. Sumitro telah mengatakan waste and loss di sektor pajak mencapai 30%.
Sudah lama saya ingin membuat tulisan ini, semenjak awal saya melihat iklan dengan slogan “apa kata dunia” yang menghiasi media, saya terus terang merasa terganggu dan sedikit eneg setiap kali mendengar iklan ini. Sepertinya inilah wakilnya wajah negara yang memakai baju kapitalisme-sekuler, maunya menang sendiri, kalo menyangkut urusan pemerintahan maka semuanya harus cepat, bagus, diurus, dan penuh toleransi, alasanya sih “Demi rakyat”, pergi keluar negeri argumennya “demi rakyat”, beli mobil baru katanya “demi rakyat”. Tapi kalo rakyat minta diurus agak cepetan dia bilang “sabar dulu, semua ada masanya, ada prosedurnya”, atau kalo rakyat ngeluh maka dia bilang “rakyat mandiri dong, jangan manja!”. Capek deh!
Dalam kapitalisme-sekuler ada cacat bawaan yang akan selalu ada pada sistem dan badan apapun didalam pemerintahan, termasuk pajak. Survei ICW (2001), Partnership (2001), PERC (2005) dan TI (2005) menyatakan bahwa masyarakat dan kalangan bisnis secara konsisten mempersepsikan Ditjen Pajak sebagai salah satu lembaga terkorup. Pada tahun 2005, Kwik Kian Gie yang waktu itu kepala Bappenas menyatakan bahwa sektor pajak bocor Rp. 180 trilliun pertahun dan diperkuat dengan Faisal Basri yang mengatakan bocornya 40 trilliun. Bahkan jauh sebelum itu, pada masa orba, Prof. Sumitro telah mengatakan waste and loss di sektor pajak mencapai 30%.
Masa Depan Peradaban Islam (Tiga)
Sahabat Pembangkit Umat,
Seperti biasa agar asa selalu ada bergelora, kita mulai dengan … apa kabar hari ini? Alhamdulillah…Luar Biasa…Allahu Akbar!!! Alhamdulillah, tetap penuh syukur atas nikmat Iman, Islam dan predikat “Sebaik-baik Penciptaan” lengkap dengan seluruh potensi kehidupannya (QS. At Tin : 4). Luar Biasa, selalu penuh doa dan cita agar bisa mewujud diri menjadi Muslim Terbaik (QS. Al Fushilat : 33) dan membangkitkan umat menuju predikat Umat Terbaik (QS. Ali Imran : 110). Allahu Akbar, gelora penuh takbir karena semua ini terjadi atas izin-Nya. Jangan lupa, ketika menjawab lengkapi dengan ekspresi penuh semangat!
Sahabat Pembangkit Umat,
Dalam lima tulisan ke depan, untuk menguatkan gerak dakwah berbasis visi dan nilai utama, berturut-turut secara bersambung, akan ditayangkan dua tulisan istimewa yang saya dapatkan dari dua sahabat pejuang Islam. Tulisan kali ini adalah hadiah ustadz Ir. Muhammad Ismail Yusanto, MM. Beliau adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia.
Selamat menikmati, semoga bukan hanya inspirasi yang didapat, namun lebih dari itu, keyakinan akan visi dakwah semakin menguat yang dengannya dakwah pun akan makin melaju tak tertahankan dan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin pun akan segera kembali tegak. Insya Allah.
Masa Depan Peradaban Islam (Dua)
Sahabat Pembangkit Umat,
Seperti biasa agar asa selalu ada bergelora, kita mulai dengan … apa kabar hari ini? Alhamdulillah…Luar Biasa…Allahu Akbar!!! Alhamdulillah, tetap penuh syukur atas nikmat Iman, Islam dan predikat “Sebaik-baik Penciptaan” lengkap dengan seluruh potensi kehidupannya (QS. At Tin : 4). Luar Biasa, selalu penuh doa dan cita agar bisa mewujud diri menjadi Muslim Terbaik (QS. Al Fushilat : 33) dan membangkitkan umat menuju predikat Umat Terbaik (QS. Ali Imran : 110). Allahu Akbar, gelora penuh takbir karena semua ini terjadi atas izin-Nya. Jangan lupa, ketika menjawab lengkapi dengan ekspresi penuh semangat!
Dalam lima tulisan ke depan, untuk menguatkan gerak dakwah berbasis visi dan nilai utama, berturut-turut secara bersambung, akan ditayangkan dua tulisan istimewa yang saya dapatkan dari dua sahabat pejuang Islam. Tulisan kali ini adalah hadiah ustadz Ir. Muhammad Ismail Yusanto, MM. Beliau adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia.
Selamat menikmati, semoga bukan hanya inspirasi yang didapat, namun lebih dari itu, keyakinan akan visi dakwah semakin menguat yang dengannya dakwah pun akan makin melaju tak tertahankan dan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin pun akan segera kembali tegak. Insya Allah.
Masa Depan Peradaban Islam
Sahabat Pembangkit Umat,
Seperti biasa agar asa selalu ada bergelora, kita mulai dengan … apa kabar hari ini? Alhamdulillah…Luar Biasa…Allahu Akbar!!! Alhamdulillah, tetap penuh syukur atas nikmat Iman, Islam dan predikat “Sebaik-baik Penciptaan” lengkap dengan seluruh potensi kehidupannya (QS. At Tin : 4). Luar Biasa, selalu penuh doa dan cita agar bisa mewujud diri menjadi Muslim Terbaik (QS. Al Fushilat : 33) dan membangkitkan umat menuju predikat Umat Terbaik (QS. Ali Imran : 110). Allahu Akbar, gelora penuh takbir karena semua ini terjadi atas izin-Nya. Jangan lupa, ketika menjawab lengkapi dengan ekspresi penuh semangat!
Sahabat Pembangkit Umat,
Dalam lima tulisan ke depan, untuk menguatkan gerak dakwah berbasis visi dan nilai utama, berturut-turut secara bersambung, akan ditayangkan dua tulisan istimewa yang saya dapatkan dari dua sahabat pejuang Islam. Tulisan kali ini adalah hadiah ustadz Ir. Muhammad Ismail Yusanto, MM. Beliau adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia.
Selamat menikmati, semoga bukan hanya inspirasi yang didapat, namun lebih dari itu, keyakinan akan visi dakwah semakin menguat yang dengannya dakwah pun akan makin melaju tak tertahankan dan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin pun akan segera kembali tegak. Insya Allah. Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister).
Seperti biasa agar asa selalu ada bergelora, kita mulai dengan … apa kabar hari ini? Alhamdulillah…Luar Biasa…Allahu Akbar!!! Alhamdulillah, tetap penuh syukur atas nikmat Iman, Islam dan predikat “Sebaik-baik Penciptaan” lengkap dengan seluruh potensi kehidupannya (QS. At Tin : 4). Luar Biasa, selalu penuh doa dan cita agar bisa mewujud diri menjadi Muslim Terbaik (QS. Al Fushilat : 33) dan membangkitkan umat menuju predikat Umat Terbaik (QS. Ali Imran : 110). Allahu Akbar, gelora penuh takbir karena semua ini terjadi atas izin-Nya. Jangan lupa, ketika menjawab lengkapi dengan ekspresi penuh semangat!
Sahabat Pembangkit Umat,
Dalam lima tulisan ke depan, untuk menguatkan gerak dakwah berbasis visi dan nilai utama, berturut-turut secara bersambung, akan ditayangkan dua tulisan istimewa yang saya dapatkan dari dua sahabat pejuang Islam. Tulisan kali ini adalah hadiah ustadz Ir. Muhammad Ismail Yusanto, MM. Beliau adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia.
Selamat menikmati, semoga bukan hanya inspirasi yang didapat, namun lebih dari itu, keyakinan akan visi dakwah semakin menguat yang dengannya dakwah pun akan makin melaju tak tertahankan dan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin pun akan segera kembali tegak. Insya Allah. Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister).
Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamo’-nya, Barat bukanlah apa-apa (Montgomery Watt).
Peradaban berhutang besar pada Islam (Presiden AS, Barack Obama).
Kesabaran Dalam Menghadapi Berbagai Masalah Diri
Dalam kehidupan, seiring dengan berjalannya waktu, manusia pasti akan menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti. Dari taraf masalah individual yang sederhana hingga rumit, dari masalah umat yang bersifat sosial hingga sistemik. Ibarat pohon, sejak kecambah banyak ancaman yang bisa membuatnya layu dini, begitu tumbuh besar dan semakin tinggi pohon itu semakin kuat angin yang menerpa.
Sesuatu menjadi masalah bila dapat merugikan orang lain ataupun diri sendiri. Sesuatu dikatakan masalah bila dapat menghalangi pencapaian tujuan tertentu. Terkadang sesuatu bisa menjadi masalah yang besar bagi seseorang namun bisa jadi hanyalah masalah ringan atau bahkan sama sekali bukan masalah bagi yang lainnya. Baik sesuatu itu akan menjadi masalah yang benar maupun salah, kemudian menjadi masalah utama ataupun sepele. Oleh karena itu, masalah adalah sesuatu hal yang erat kaitannya dengan cara berfikir dan bersikap seseorang. Masalah – sudah dipahami bersama – merupakan sesuatu yang harus diatasi bukan hanya untuk difikirkan. Dengan kata lain, dalam mengatasi sutu masalah pemahaman seseorang berperan penting. Karena dari pemahaman yang diadopsi dan diyakini inilah manusia menilai dan memutuskan sesuatu dalam kehidupannya.
Pemahaman dasar yang diyakini itulah disebut aqidah (ideologi). Dalam pemahaman itu terdapat standar nilai agar segala sesuatu berjalan sesuai idealnya. Perbedaan antara keadaan sesungguhnya (realitas) dan keadaan ideal adalah awal munculnya masalah. Berdasarkan standar nilai yang lahir dari pemahaman itulah manusia dapat mengatasi masalah. Namun kebenaran pemahaman itulah yang akan menentukan apakah masalah sudah dipecahkan secara benar dan tuntas ataukah belum.
Diam Itu Emas, Atau Batu?
Imam Bukhori dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rosul saw bersabda: "Siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam” (HR. Bukhori & Muslim)
Kualitas seseorang, salah satunya bisa terlihat dari kemampuan menjaga lidahnya. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan yang sanggup mengatakan kebenaran.
Prioritas pertama dalam hadits di atas bagi orang beriman adalah berbicara yang haq, berbicara yang baik-baik atau tentang kebaikan sesuai tuntunan syariah. Allah swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Alloh dan katakanlah perkataan yang benar” (QS. Al-Ahzab: 70)
Sebaliknya orang yang rendahan dalam berbicara, biasanya selalu mengeluh, mencela dan menghina. Begitu pula orang yang dangkal dalam berbicara, orang tersebut sibuk menyebutkan kehebatan tentang dirinya dan juga jasanya. Hampir mirip dengan gelas yang kosong, sebuah gelas yang kosong maunya diisi terus, orang yang kosong dari harga diri keinginannya dihargai.
Oleh karena itu, bila kita tidak mampu berbicara yang baik-baik maka hadits Nabi saw memberikan pilihan yang kedua yaitu Diam.
Sulit Memberikan Kepercayaan Pada Orang Lain
Assalamu’alaikum, Mbak Cicin.. saat ini saya adalah mahasiswa tingkat akhir di salah satu PTN terbaik di Indonesia. Secara keorganisasian saya juga cukup aktif pada berbagai organisasi dan alhamdulillah seringkali diberikan amanah pada jajaran top level (BPH) . Hanya saja, jujur sebenarnya secara pribadi saya bermasalah dalam hal ‘kepercayaan’. Saya tidak mudah mempercayai atau memberikan kepercayaan kepada tim yang saya pimpin. Saya tau ini tidak baik, oleh karenanya saya meminta saran teteh untuk masalah saya ini. Terima kasih teh.
Eka.
Wa’alaikumsalam Wr Wb,
Eka.
Wa’alaikumsalam Wr Wb,
Adik Eka yang baik,
Teteh sampaikan selamat atas setiap amanah yang dimilikinya saat ini. Semoga Allah memberikan kekuatan dan senantiasa menjaga kesungguhan adik dalam mengembannya.
Adik Eka yang baik,
Sesungguhnya amanah apapun yang kita miliki, pada hakikatnya merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah. Kesempatan yang tidak semua orang mampu mendapatkannya. Kesempatan untuk menggapai pahala besar yang telah Allah siapkan. Dengan syarat jika kita mau dan senantiasa menjadi agen kebaikan dan kebenaran dalam mengemban amanah tersebut. Sebagaimana yang dinyatakan dalam sebuah hadits, bahwa :
Kelak di hari kiamat amanah itu akan menjadi kehinaan dan kesedihan, kecuali orang yang mengambilnya dengan kebenaran dan menunaikan segala kewajibannya. (HR. Muslim)
Teteh sampaikan selamat atas setiap amanah yang dimilikinya saat ini. Semoga Allah memberikan kekuatan dan senantiasa menjaga kesungguhan adik dalam mengembannya.
Adik Eka yang baik,
Sesungguhnya amanah apapun yang kita miliki, pada hakikatnya merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah. Kesempatan yang tidak semua orang mampu mendapatkannya. Kesempatan untuk menggapai pahala besar yang telah Allah siapkan. Dengan syarat jika kita mau dan senantiasa menjadi agen kebaikan dan kebenaran dalam mengemban amanah tersebut. Sebagaimana yang dinyatakan dalam sebuah hadits, bahwa :
Kelak di hari kiamat amanah itu akan menjadi kehinaan dan kesedihan, kecuali orang yang mengambilnya dengan kebenaran dan menunaikan segala kewajibannya. (HR. Muslim)
Langganan:
Postingan (Atom)
BUKTI TRANSAKSI ANTARA TUHAN - HAMBA
Dengan atau tanpa kita, Dakwah Islam akan tetap berjalan, namun apakah Neraka-Nya tidak terlalu menakutkan serta Surga-Nya tidak begitu menggiurkan untuk kita semua?












